Saya menegaskan jembatan disana itu memprihatinkan jangan sampai nanti orang mendapatkan musibah baru kami bergerak," kata Supriyadi kepada awak media, Senin (14/6/2021) hari ini. Politisi PAN ini menyatakan bertanggungjawab atas jembatan ini ialah Dinas PU dan Bappeda.

Dulu pernah ada upaya perbaikan tapi belum semuanya secara keseluruhan diperbaiki. "Di banggar akan kami koordinasikan ini menjadi prioritas di Kota Bangun khususnya di desa Sari Nadi, saya minta khususnya Pak Kades juga sowan ke Bappeda mampir, bisa dengan sekretaris atau dengan Kabid pak Saiful dan harus ketemu, supaya ini betul-betul menjadi prioritas kita, apa lagi sudah masuk di Musrenbang desa dan kecamatan," papar Supriyadi.
"Kalau pengusulan tahun ini, kita syukur-syukur bisa di APBD Perubahan, ya paling tidak untuk rehabnya dulu kalau tidak bisa dibangunkan sempurna ya tetap bisa dilakukan perbaikan dulu di perubahan," timpal Supriyadi.
Diwaktu yang bersamaan, Kades Sari Nadi Seger Santoso mengungkapkan, usia jembatan sudah 50 tahun dan terbuat dari kontruksi kayu Ulin. Jembatan ini sangat vital karena sebagai akses utama menuju Kecamatan yang baru terbentuk yakni Kecamatan Kota Bangun Darat.
"Nah ada berapa desa itu banyak, bukan hanya SP5 kalau itu putus banyak yang susah mau ke Tabang susah ke Kedang Ipil susah. Saat ini masih dilewati namun kita portal, truck tidak boleh melintas, jadi alternatif yang muatan sawit tentu jauh lewat jalan batu," ungkapnya.
Selama ini pihak pemerintah desa dan warga hanya mengandalkan swadaya saja untuk perbaikan, sehingga diharapkan perhatian lebih dari pemerintah kabupaten. "Kalau yang parah sudah beberapa tahun ini, cuma kami rehab saja menggunakan dana gotongroyong swadaya. Harapannya kalau bisa secepatnya bisa ditanggulangi supaya tidak memakan korban," harap Seger. (adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur