Kedatangan rombongan disambut Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting,S.Ik.,MM di dampingi , Kasat Intel Polres Kukar, Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid, SE, M.Si, Wakil Ketua I DPRD Kukar H Alif Turiadi, SE, Perwakilan Kesbang linmas Kukar, tokoh masyarakat, Perwakilan Ormas/LSM, lerwakilan Alakademisi dari Unikarta dan mahasiswa.
Ketua DPRD Kukar, Abdul Rasid mengatakan sangat mengapresiasi atas kedatangan tim Penelitian dan Pengkajian dalam upaya memperoleh informasi dan saran-saran secara akurat dengan melalui diskusi dan wawancara mendalam secara langsung dengan DPRD kukar, tokoh masyarakat, tokoh agama, Ormas/LPM , akdemisi dan stakeholder yang ada terkait kesiapan masyarakat Kukar dalam mempersiapkan pemindahan Ibukota Negara (IKN) di Kaltim yang difasilitasi langsung Mapolres Kukar.
Dengan pindahnya IKN ke Kaltim diharapkan memberikan dampak positif bagi nasional maupun Kukar. Akkir-akhir ini terkait pemindahan IKN ini sempat membuat masyarakat Kukar ragu, karena adanya pandemi covid 19 melanda dunia dan negara, sehingga persoalan IKN ini sedikit banyak berimbas dan sempat menghilang dari pembahasan.
“Tapi syukur Alhamdulillah dalam minggu-mingu ini ada kejelasan dan kepastian bagi masyarakat Kaltim. Harapan kita dengan adanya IKN ini masyarakat Kukar dan Kaltim bisa berperan aktif di dalam mendukung kegiatan IKN,” katanya.
Rasid mengingatkan adapun yang perlu diwaspadai rentannya terjadi gesekan terkait batas wilayah, karena IKN ini berbatasan langsung Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Kita berharap di saat pemindahan Ibukota Baru nantinya persoalan tapal batas ini tidak menjadi konflik, begitu pula dengan masalah agraria, hak ulayat, adat istiadat, sosial budaya dan sebagainya, karena dengan adanya IKN sudah pasti ratusan ribu orang akan ke Kaltim terutama ASN, TNI Polri, tenaga kesehatan akan ke Kaltim,” harapnya.
Jika tidak disiapkan dari saat ini baik Sumber Daya Manusia (SDM) dan lain lainnya, masyarakat asli lambat laun akan tertinggal, tersingkirkan dengan sendirinya, hal-hal semacam ini yang patut harus diwaspadai dan patut menjadi perhatian bersama.
“Jangan sampai dengan adanya ibu kota negara baru membuat masalah baru. Kita berharap dengan ibu kota yang baru membawa perkembangan baru, perubahan baru , kemakmuran, kesejahteraan dan bisa menjadi kebangaan masyarakat Kaltim nantinya,” tegas Rasid.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan