"Sejauh ini memang belum ada pembangunan jembatan baru, cuma memang ada inisiatif masyarakat untuk menggunakan akses darurat yang ada di samping jembatan. Oleh karena itu kami minta pemerintah agar tahun depan sudah bisa dibangunkan jembatan secara permanen," katanya kepada korankaltim.com, Sabtu (14/11/2020).
Berta sapaan akrabnya mengungkapkan, DPRD Kukar sudah memberikan bentuk dukungannya untuk upaya perbaikan jembatan yang ambruk pada pertengahan tahun 2020 ini.
"Kemarin kami pribadi juga bantu pengadaan kayu-kayu balok yang kemudian secara swadaya dibangun oleh masyarakat untuk kemudian bisa dilintasi mobil, tapi hanya satu arah saja tidak bisa dua arah. DPRD juga sudah mensupport dalam penganggaran di APBD-P 2020," ungkapnya.
Berta yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI ini menegaskan, pembangunan jembatan secara permanen sudah harus dilakukan di awal tahun 2021. "Kasihan warga Tabang karena akses itu kan untuk 13 desa dan itu akses darat satu-satunya. Saya menargetkan ke pemerintah tahun 2021 sudah harus dibangun secara permanen Jembatan Long Jalin yang baru, kalau bisa di awal-awal tahun, sehingga kesusahan masyarakat segera berakhir," tegasnya.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan