Delapan Kades turut hadir pada RDP yang membahas tentang pembangunan 8 desa di Kecamatan Anggana yakni Desa Sepatin, Muara Pantuan, Tani Baru, Kutai Lama, Anggana, Sungai Meriam, Sidomulyo dan Desa Handil Terusan.
Andi Faisal mengatakan, pada prinsipnya Komisi III DPRD Kukar mendorong bagaimana Kecamatan Anggana bisa lebih dimaksimalkan untuk pembangunannya terutama di sector infrastruktur jalan dan jembatan.
“Karena kita sadari Kecamatan Anggana ini kan penyumbang PAD terbesar di Kutai Kartanegara, jadi dengan penurunan DBH kita dan APBD yang sedang drop, Anggana ini harus kita amankan,” kata Andi Faisal kepada Korankaltim.com, Senin (9/11/2020).
Ical sapaan akrabnya menegaskan, yang menjadi prioritas utama ialah anggaran Rp15 miliar yang sudah dianggarkan di 2021 terkait pembangunan jembatan dan jalan penghubung antar kecamatan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kukar secara utuh.
“Jembatan yang menghubungkan antara Anggana ke Muara Badak senilai Rp15 miliar, itu jadi prioritas utama. Mereka (Kades) datangi kami untuk menyampaikan rekomendasi untuk mengamankan anggaran itu, kemudian masalah jalan yang bisa tembus dari Kecamatan Anggana ke Muara Badak,” tegasnya.
“Kemudian yang ketiga adalah masalah kebutuhan dan penanganan air bersih untuk di tiga desa yang berada di laut. Bagaimanapun mereka tentu butuh kepastianlah dalam menjalankan kehidupan,” pungkas Ical.[ADV]
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi