“Selama ini kita hanya banyak menerima masukan dan usulan seputar infrastruktur jalan, gang, normalisasi perbaikan serapan air seperti pembuatan drainase, gorong-gorong, penerangan jalan, memang semuanya baik tapi kita ingin sedikit mengembangkan lagi ke arah yang lain yakni pemberdayaan masyarakat,” kata Zulfiansyah saat dikonfirmasi Korankaltim.com, Senin (14/9/2020).
Zul berkeinginan untuk memberdayakan masyarakat khususnya dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan yang memadai dalam bidang pengembangan industri rumahan yang ada di tengah-tengah masyarakat pada saat ini. “Ya seperti adanya kelompok usaha produksi dan jualan usaha bisnis online, usaha makanan khas daerah, usaha jasa pertukangan, usaha perternakan budi daya ikan maupun ayam,” ungkapnya.
Dalam setiap kegiatan reses, Politisi dari partai politik PPP sekaligus sebagai Ketua DPD II PPP Kukar ini selalu memberikan pemahaman kepada anak-anak muda agar bisa mengembangkan diri serta berperan aktif melihat ke arah peningkatan potensi-potensi wisata edukasi berbasis kampung, kawasan gang kreatif.
“Di samping itu juga, kita memberikan betapa pentingnya menjaga lingkungan yang bersih, aman, nyaman untuk mencegah dan mencegah menyebarnya pandemi covid-19 di masyarakat kita,” terangnya.
Selain masalah kepemudaan, Zul berharap setiap RT dan Kelurahan agar mempersiapkan para pemudanya bisa memahami dan belajar tata cara pelatihan fardhu kifayah di antaranya tata cara memandikan, mengkafankan, mensalatkan serta menguburkan jenazah orang islam yang meninggal dunia. “Selama ini, mohon maaf saja ya, saya lihat hanya orang tua-tua saja yang selalu berperan jika ada yang meninggal dunia di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Oleh karena itu, di dalam pelaksanaan reses, dirinya selalu melibatkan beberapa elemen masyarakat di samping Pak Camat, Lurah, RT, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Duta Wisata, Budayawan, juga petani, ibu-ibu rumah tangga dan sahabat-sahabat terdekatnya.
“Hasil reses merupakan aspirasi dari warga masyarakat dapil I Tenggarong ini menjadi rangkuman saya untuk menjadi Pokok-pokok pikiran DPRD (POKIR), dan akan dilaporkan dalam sidang paripurna dan selanjutnya akan diserahkan kepada eksekutif untuk bahan penyusunan RAPBD Perubahan 2020 atau penyusunan anggaran 2021 nanti," tegas Zul. (adv)
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor: Bambang irawan