"Makna kemerdekaan ini sebenarnya maknanya sangat dalam. Artinya bukan kemerdekaan kita yang bebas dari penjajahan secara fisik saja tapi bagaimana bersama-sama berjuang membebaskan masyarakat kita ini dalam artian merdeka yang sebenar-benarnya, yaitu secara ekonomi faktanya kita ini masih dijajah," kata Rasid kepada korankaltim.com, Minggu (16/8/2020).
Politisi Golkar yang juga Ketua DPRD Golkar Kukar ini mengungkapkan untuk bisa bebas merdeka dari penjajahan dari segi ekonomi, pemerintah baik pusat maupun daerah harus konsen mengatasi persoalan peningkatan kualitas pendidikan. Hal ini untuk menaikkan kualitas Sumber Daya manusia (SDM) Indonesia sehingga mampu bersaing dan menjadi 'tuan di rumah sendiri'.
"Secara ekonomi masih dijajah dan secara pendidikan kita masih kurang. Inilah yang menjadi PR Etam, bagaimana memaknai kemerdekaan ini sebenarnya. Yakni dengan konsen meningkatkan pendidikan kita agar kita memiliki SDM yang berkualitas dan tangguh serta memiliki jiwa patriotisme dan nasionalisme yang besar," ungkapnya.
Inilah peran sentral pemerintah tak terkecuali DPRD yang terus berjuang untuk memeratakan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pendidikan warganya. "Kita terus berjuang bagaimana meningkatkan kesejahteraan dan pendidikan masyarakat etam. Kita berjuang agar Sumber Daya Alam kita tidak lari ke orang yang pemanfaatannya hanya untuk kepentingan kelompok atau bangsa tertentu. Ini yang harus kita maknai bersama, jangan dimaknai kita merdeka karena bebas dari penjajahan Belanda dan Jepang. Tapi bagaimana kita terbebas dari penjajahan ekonomi yang luar biasa kita rasakan saat ini," pungkas Rasid. (adv)
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor: Aspia:n Nur