Ical sapaan akrabnya, mengungkapkan, langkah lanjutan usai RDP hari ini ialah berkonsultasi dengan Kementerian ESDM dan PT MHU berkaitan dengan pembahasan lahan.
“Insyaallah minggu ketiga kita akan konsultasi dengan Kementerian ESDM kemudian dengan teman-teman PT MHU terhadap alokasi 150 hektare itu. Kami anggap kemarin itu hanya missing koordinasi saja. Karena dalam jejak digital atau data yang sudah dimiliki di teman-teman Brimob pun lengkap, mereka memiliki sejak tahun 2011 dan itu bahkan ditandatangani langsung oleh beberapa pemangku kebijakan yang ada di Kutai Kartanegara,” ungkapnya.
Kehadiran Resimen IV Brimob akan menambah kekuatan pengamanan di Kutai Kartanegara. Terlebih lagi, resimen ini berdekatan dengan lokasi Sekolah Polisi Negara (SPN) yang ada di Desa Margahayu, Kecamatan Loa Kulu Kukar.
“Kami pun bangga karena ketika ada resimen IV di Kutai Kartanegara, tentu hampir 3.000-an personel Brimob yang akan hadir di situ, tentu nanti menjadi Kota Baru yang fungsinya menjadi salah satu penyangga IKN. Jadi target kami ke depan daerah situ menjadi daerah pemacu roda perekonomian Kukar sebagai penyangga IKN yang baru,” terang politisi Golkar ini.
Wadansat Brimob Polda Kaltim AKBP Slamet Hermawan, berterimakasih dengan inisatif DPRD Kukar melalui Komisi III dan dukungan dari Pemkab Kukar.
Hermawan menegaskan, pembangunan Resimen IV ini memang disiapkan untuk pengembangan IKN. “Dan pengembangan IKN ini memang harus diantisipasi, jadi nanti ketika sudah ketok palu pemindahan IKN, tentu harus ada pengamanan dari Polri, inilah yang perlu diantisipasi dan segera kita siapkan,” tegasnya. (Adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: M.Huldi