“Alhamdulillah, bagus ini pencapaiannya Dinas Pendidikan. Meskipun Indonesia saat ini masih mengalami pandemi Covid-19, Disdikbud Kukar nyatanya tetap mampu mendapatkan bantuan DAK di APBN tahun ini,” kata Icha sapaan akrabnya kepada korankaltim.com, Minggu (12/7/2020).
Politisi Partai Golkar ini berharap, DAK yang diperoleh dapat dikelola sebaik-baiknya oleh Disdikbud agar bisa dimaksimalkan untuk perbaikan dan membangun ruang kelas serta perbaikan sarana prasarana lainnya yang menunjang peningkatan kualitas pendidikan di Kukar.
Anggaran yang tidak masuk di APBD Kukar tahun 2020 itu untungnya ditopang di APBN 2020. Pengerjaan bantuan DAK dikelola secara swakelola oleh pihak sekolah.
“Bantuan DAK tersebut bukan hanya dipergunakan untuk kegiatan fisik bangunan saja, untuk pendukung pembelajaran juga dapat. Saya berharap pendidikan Kukar menjadi lebih baik lagi ke depannya, dan mampu bersaing dengan daerah lainnya,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kukar, Tulus Sutopo memaparkan, bantuan DAK bidang Pendidikan Dasar untuk kegiatan infrastruktur saja. Dipakai untuk 39 SD se-Kukar. Dengan jenis kegiatan meliputi, rehabilitasi berat sekolah, rehabilitasi ruang guru, membangun ruang inklusi, pembuatan toilet guru dan murid, pembangunan perpustakaan dan UKS, serta membangun ruang kelas baru.
Sedangkan untuk bantuan DAK pendukung pembelajaran, bidang Pendidikan Dasar juga mendapatkan porsi yang banyak. Dalam wujud bantuan koleksi buku pembelajaran di 18 SD, pengadaan alat olahraga, seni kebudayaan dan tradisional, pengadaan penunjang pembelajaran IPA, IPS dan Matematika, serta panduan pembelajaran teknologi dan informasi di lima SD.
“Jika dipetakan, untuk bantuan fisik bagi 39 SD, untuk bantuan sarana pendukung pembelajaran terbagi 83 SD se-Kukar. Untuk tahun ini, DAK bidang Pendidikan Dasar mengalami penurunan dari tahun lalu. DariRp 17 miliar lebih sedangkan tahun ini hanya Rp 15 miliar lebih,” beber Tulus. (adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Desman Minang