Kegiatan penyerapan aspirasi tersebut berlangsung lancar, dengan 55 anggota DPRD Kaltim turun langsung ke wilayah pemilihan masing-masing tanpa ada satu pun agenda yang tertunda. “Alhamdulillah, seluruh anggota DPRD telah menyelesaikan rangkaian reses tahun ini. Semua 55 anggota berhasil melaksanakan kegiatan di daerah pemilihannya,” kata Yenni pada Jumat (5/12/2025). “Tidak ada penundaan, sehingga penutupan tahun ini bisa kita lakukan dengan tuntas,” sebutnya lagi.
Sepanjang tahun 2025, DPRD Kaltim melaksanakan tiga kali masa reses. Setiap masa reses menjadi sarana resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan mendesak, keluhan, maupun masukan yang ingin mereka dorong agar menjadi prioritas kebijakan daerah.
Hasil penjaringan aspirasi tersebut akan dirangkum dan diintegrasikan dalam penyusunan program pembangunan, termasuk dalam pembahasan APBD 2026. Yenni mengungkapkan bahwa pola aspirasi masyarakat relatif seragam di berbagai daerah pemilihan.
Sebagian besar warga menitikberatkan usulan pada peningkatan kualitas infrastruktur dan pelayanan publik dasar, terutama sektor pendidikan, kesehatan, perbaikan jalan, serta pembangunan jembatan. “Kalau dilihat dari keseluruhan laporan reses, aspirasi masyarakat hampir identik di semua wilayah. Polanya pun tidak jauh berbeda antarfraksi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa DPRD Kaltim berkomitmen untuk mengawal seluruh aspirasi yang telah dihimpun, agar dapat masuk dalam prioritas pembangunan daerah tahun berikutnya.
Selain meningkatkan mutu layanan publik, aspirasi tersebut juga diharapkan mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi lokal. “Kesimpulan utama dari semua masukan yang kami terima adalah pentingnya penguatan sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur,” tuturnya lagi. “Serta bagaimana ekonomi masyarakat bisa terus bergerak naik. Itu merupakan harapan terbesar warga yang kami terima di lapangan,” Yenni memungkasi. (adv)