Hal itu disampaikannya pada Rapat Paripurna ke-45 yang digelar di Gedung B, Kompleks DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Sabtu (29/11/2025) malam.
Fraksi Golkar kata dia, menekankan pentingnya pembangunan iklim investasi yang lebih baik, ramah, aman, dan berkelanjutan.
“Penyederhanaan regulasi, pemberian insentif, peningkatan transparansi, serta pelayanan publik yang efisien dinilai dapat mendorong pertumbuhan investasi,” kata Syahariah.
Penguatan sektor ekonomi hijau, manufaktur, serta sektor unggulan seperti pertambangan, perkebunan, dan kehutanan juga dianggap penting untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi daerah.
Tidak hanya itu, perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan sumber daya alam Kaltim diharapkan meningkatkan kontribusinya melalui program CSR. Terutama yang mendukung peningkatan kualitas SDM dan kesejahteraan masyarakat.
“Fraksi Golkar juga mendorong pemerintah provinsi dan DPRD bersama elemen masyarakat untuk berjuang kepada pemerintah pusat agar dana transfer ke daerah diberikan secara adil,” sebutnya lagi.
Syahariah juga menyebut Fraksi Golkar memberikan apresiasi terhadap pemerintah provinsi. Apresiasi itu diberikan karena penurunan pendapatan daerah hanya terjadi pada komponen dana transfer. “Sementara PAD tetap stabil di angka Rp10,75 triliun,” tegasnya.
Situasi ini menunjukkan meningkatnya tingkat kemandirian fiskal Kaltim menjadi sekitar 75,70 persen dari sebelumnya sekitar 51 persen.
“Meski secara keseluruhan kapasitas fiskal menurun, Fraksi Golkar meminta pemerintah provinsi terus berupaya meningkatkan PAD sesuai potensi daerah guna memperkuat kemandirian fiskal di masa depan,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin