Berdasarkan laporan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor tersebut hanya mencapai sekitar Rp395 miliar per tahun.
Besaran ini dinilai tidak sebanding dengan intensitas dan nilai ekonomi yang dihasilkan dari aktivitas industri di Sungai Mahakam.
Ananda menyampaikan, Sungai Mahakam memiliki peran vital sebagai jalur logistik utama bagi berbagai komoditas strategis.
Setiap hari, sungai tersebut menjadi lintasan kapal tongkang yang mengangkut batubara, minyak sawit, hingga berbagai kebutuhan industri lainnya.
Namun, potensi ekonomi besar yang dimiliki Mahakam dinilai belum dikelola secara optimal untuk memberikan kontribusi yang signifikan bagi daerah.
“PNBP dari alur sungai hanya Rp395 miliar. Padahal Mahakam adalah urat nadi ekonomi Kaltim. Angka ini tidak sebanding dengan besarnya aktivitas dan nilai barang yang keluar masuk setiap hari,” tegas Ananda saat dikonfirmasi pada Jumat (28/11/2025).
Dia menambahkan, optimalisasi pemanfaatan alur sungai dapat memberikan dampak besar terhadap penguatan pendapatan daerah.
Menurutnya, sebagian nilai ekonomi dari aktivitas sungai seharusnya dapat dialirkan untuk memperkuat kas daerah, terutama di tengah pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Ia menekankan pentingnya kemandirian fiskal agar Kaltim tidak terus bergantung pada skema transfer dana pemerintah pusat.
“Jika pendapatan daerah meningkat, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat mulai dari pendidikan hingga layanan kesehatan akan lebih terjamin,” jelasnya.
“Pembangunan infrastruktur pun bisa diperluas, tidak hanya terfokus di kawasan Balikpapan sampai Samarinda,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ananda menilai perlunya strategi baru dari pemerintah daerah dalam mengelola potensi alur sungai.
Kolaborasi antara KSOP, Pelindo, dan Perusda MBS disebut sebagai langkah krusial agar Sungai Mahakam tidak hanya menjadi jalur lalu lintas industri, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah.
“Kita harus berani membuka ruang inovasi. Potensi Mahakam sangat besar, tetapi tanpa langkah konkret, penerimaan dari sektor ini akan tetap stagnan,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur