Salah satu faktor utama yang menjadi sorotan adalah minimnya pemahaman generasi muda mengenai edukasi reproduksi.
Keprihatinannya terhadap rendahnya kesadaran edukasi kesehatan reproduksi, yang berdampak pada meningkatnya angka pernikahan di bawah usia 19 tahun.
Data dari Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kaltim mencatat sebanyak 288 kasus pernikahan dini yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Kota Balikpapan disebut sebagai wilayah dengan kasus terbanyak.
“Saya menggarisbawahi konsekuensi serius dari praktik pernikahan di usia muda, seperti risiko stunting, kekerasan dalam rumah tangga, hingga ketidaksiapan mental pasangan dalam menjalani peran sebagai orang tua,” kata Damayanti, Kamis (24/7/2025).
Menurutnya, persoalan ini tidak lepas dari kurangnya edukasi sejak dini terkait kesehatan dan tanggung jawab reproduksi.
Ia pun mengkritisi kinerja KPAD yang dinilai belum maksimal, meski memiliki alokasi anggaran cukup besar yakni sekitar Rp500 juta per tahun.
Politisi PKB itu juga menilai KPAD belum menunjukkan peran signifikan sebagai garda depan dalam isu perlindungan anak.
Bahkan, Damayanti membandingkan KPAD dengan Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim yang dinakhodai Rina Zainum.
Menurutnya, TRC PPA jauh lebih tanggap dalam menangani berbagai kasus yang melibatkan anak.“KPAD ini keberadaannya seperti antara ada dan tiada. Karena justru TRC PPA yang selalu tampil lebih dulu saat ada kasus-kasus anak,” tuturnya.
Ia menekankan pentingnya penguatan kelembagaan dan strategi kerja yang konkret, bukan hanya bergantung pada besarnya anggaran.
Damayanti pun mendorong agar KPAD segera melakukan pembenahan internal dan lebih responsif terhadap persoalan anak.
Tak hanya itu, ia juga mengusulkan agar KPAD menjalin kerja sama lintas sektor, termasuk dengan Dinas Pendidikan, guna menghadirkan program edukasi reproduksi yang menyasar peserta didik sejak usia sekolah.
“KPAD tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada sinergi agar programnya menyentuh langsung ke anak-anak,” pungkasnya. (adv)
Editor: Erwin