Dia menyayangkan pola penanganan yang selama ini cenderung reaktif dan tidak berkelanjutan.
Menurut Ananda, solusi nyata hanya bisa dicapai jika pemerintah menerapkan rencana induk (masterplan) yang mencakup sistem drainase, kolam retensi, dan pembangunan infrastruktur berbasis tata ruang yang terpadu.
“Jangan tunggu banjir datang baru sibuk tangani. Kita perlu sistem yang dirancang dengan jelas sejak awal, bukan pendekatan tambal sulam,” kata Ananda pada Minggu (13/7/2025).
Politisi PDI Perjuangan itu menilai, bahwa meskipun terdapat kemajuan seperti waktu surut air yang kini lebih cepat dibanding beberapa tahun lalu pemerintah tidak boleh lengah.
Keberhasilan parsial, menurutnya, harus dijadikan pijakan untuk langkah yang lebih strategis.
“Kalau surutnya sudah lebih cepat, bagus. Tapi itu belum berarti masalahnya tuntas. Justru ini waktunya memperkuat langkah ke depan,” tegasnya.
Ananda menyebut DPRD Kaltim siap memberikan dukungan anggaran, baik melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) maupun penguatan kapasitas BPBD.
Namun, ia menekankan pentingnya akurasi perencanaan agar dana yang tersedia benar-benar berdampak bagi masyarakat. “Jangan sampai program jalan, tapi tak menyentuh akar persoalan. Harus tepat sasaran,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyoroti insiden longsor di kawasan Jalan Gerilya yang merenggut nyawa warga dan menyebabkan kerusakan rumah.
Tragedi tersebut, katanya, menjadi peringatan bahwa sistem mitigasi bencana perlu ditingkatkan, baik dari sisi kebijakan maupun fisik.
“Bencana memang tak bisa diprediksi, tapi bisa dicegah dampaknya. Itu sebabnya mitigasi harus masuk dalam setiap rencana pembangunan,” ujar Ananda.
Ke depan, ia berharap koordinasi lintas pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, semakin erat. Ia menegaskan keberhasilan membangun ketahanan wilayah tak bisa dilepaskan dari sinkronisasi tata ruang, perlindungan lingkungan, dan kesesuaian daya dukung kawasan.
“Ini memang pekerjaan panjang. Tapi kalau kita punya visi dan kerja sama yang kuat, arah pembangunan bisa diarahkan jadi lebih tahan terhadap risiko bencana,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin