Dalam keterangannya, Husni mengungkapkan kekagumannya terhadap kualitas kopi dari beberapa wilayah di Kaltim, khususnya dari Kutai Kartanegara (Kukar).
Salah satu kopi yang menjadi sorotan adalah kopi dari Desa Jonggon, yang menurutnya memiliki cita rasa khas dan telah menjadi favorit pribadi di kedai kopi miliknya.
“Kopi dari Jonggon di Kukar punya rasa yang khas dan kualitasnya tak kalah dengan kopi daerah lain. Ini merupakan aset penting yang perlu dikembangkan lebih lanjut,” ujarnya, Minggu (1/6/2025).
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan para petani kopi untuk mendorong produksi varietas kopi unggulan dari setiap kabupaten dan kota di Kaltim.
Dengan kerja sama yang solid, diharapkan muncul produk kopi lokal dengan karakteristik unik yang mampu bersaing dengan kopi-kopi terkenal, seperti Kintamani dari Bali.
“Setiap wilayah punya potensi rasa yang berbeda karena faktor alamnya. Maka dari itu, dukungan terhadap petani menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas dan produksi,” jelas Husni.
Lebih lanjut, ia optimis bahwa Kaltim ke depan bisa dikenal sebagai produsen kopi spesialti yang diminati di pasar dalam negeri maupun luar negeri.
Politisi Partai Golkar itu berharap daerah seperti Jonggon dan Tenggarong Seberang bisa menjadi ikon baru kopi khas Indonesia.
“Bukan tidak mungkin kopi dari Kaltim bisa sejajar dengan kopi robusta dari Makassar atau kopi asal Manado yang sudah lebih dulu dikenal,” pungkasnya.
Husni menilai, dengan dukungan dari berbagai pihak, pengembangan kopi lokal tidak hanya akan memperkaya kekayaan rasa kopi Indonesia, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat daerah. (Adv)
Editor: Aspian Nur