Dia menyatakan bahwa sinergi antara berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan infrastruktur yang selama ini menghambat pembangunan daerah.
“Kerusakan jalan bukan hanya soal teknis, tapi berdampak luas pada ekonomi masyarakat. Harga kebutuhan pokok meningkat, akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan pun terganggu,” ujar Andi Satya, Jumat (30/5/2025).
Menurut politisi muda tersebut, mayoritas jalan rusak yang dikeluhkan masyarakat berada dalam tanggung jawab pemerintah pusat.
Meski demikian, ia menilai peran aktif pemprov dan pemkab sangat diperlukan untuk menjembatani komunikasi antarinstansi agar proses perbaikan berjalan tanpa hambatan.
“Kita tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan pihak-pihak terkait sangat penting agar upaya perbaikan bisa segera terealisasi secara optimal,” tegasnya.
Andi juga menekankan bahwa infrastruktur yang layak merupakan pondasi bagi kemajuan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan warga. Ia menilai, kerusakan jalan selama ini menjadi hambatan serius dalam distribusi logistik dan mobilitas masyarakat.
Di samping itu, Andi Satya mengajak masyarakat, khususnya kalangan pemuda dan mahasiswa, untuk ikut terlibat aktif dalam mengawasi pelaksanaan pembangunan.
Politisi Golkar itu menilai partisipasi publik sangat menentukan keberhasilan program pemerintah yang transparan dan akuntabel.
“Kita butuh pengawasan dari masyarakat agar pembangunan benar-benar tepat sasaran dan membawa manfaat nyata,” katanya.
Pihaknya, lanjut Andi, tetap berkomitmen mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di wilayahnya, dan optimis bahwa dengan kerja sama yang solid, persoalan jalan rusak bisa segera diatasi demi kemajuan daerah. (Adv)
Editor: Aspian Nur