Menanggapi dinamika ini, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra menegaskan komitmennya, untuk terus memantau dan mengawal kebijakan terkait hak-hak reproduksi serta otonomi tubuh warga.
Sebagai legislator dengan latar belakang dokter, Andi Satya menjelaskan vasektomi sendiri merupakan prosedur medis permanen yang tidak dapat dibatalkan. Oleh karena itu, kebijakan yang mengatur prosedur ini harus didasarkan pada keputusan sadar dan sukarela dari individu, tanpa adanya tekanan dari pihak manapun.
Andi Satya menyampaikan pentingnya pemahaman mendalam sebelum seseorang memilih menjalani vasektomi. Menurutnya, keputusan semacam ini harus diambil dengan pertimbangan matang.
“Vasektomi bukan tindakan yang bisa dianggap ringan. Karena bersifat permanen, maka orang yang memutuskan melakukannya harus benar-benar yakin dan siap,” kata Andi Satya, Kamis (29/5/2025).
Ia juga menekankan pentingnya edukasi menyeluruh bagi masyarakat, agar informasi seputar manfaat, risiko, dan dampak prosedur vasektomi dapat tersampaikan secara utuh dan objektif. Hal ini kata Andi Satya, penting agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari.
Lebih dari itu, peran keluarga dan lingkungan terdekat juga sangat dibutuhkan dalam proses pengambilan keputusan. Dukungan emosional dan komunikasi terbuka dapat membantu individu untuk lebih mantap dalam menentukan pilihannya.
“Kami akan terus mengikuti isu ini dengan penuh perhatian. Tujuan kami jelas, memastikan kebijakan yang muncul menghormati hak asasi manusia, terutama hak untuk menentukan pilihan reproduksi secara bebas,” tegas Andi Satya.
Dia berharap, pengetahuan tentang vasektomi tidak berhenti pada perdebatan, tetapi berujung pada lahirnya regulasi yang adil, berpihak kepada masyarakat, dan menghargai kebebasan individu dalam menentukan masa depan reproduksinya. (Adv)
Editor: Aspian Nur