Kehati-hatian terus diingatkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakaat Daerah (DPRD) Kaltim, Ananda Emirq Moeis.
Dia meminta agar pemerintah daerah tidak terbuai oleh derasnya arus investasi yang masuk ke wilayah Benua Etam.
Ananda menekankan bahwa pembangunan harus tetap mengedepankan kepentingan masyarakat dan prinsip keterbukaan.
“Kami mendukung investasi, tapi bukan berarti mengabaikan hak rakyat. Jangan sampai mereka yang terdampak justru tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan,” ujar Ananda, Minggu (25/5/2025).
Politikus dari Fraksi PDI-Perjuangan itu menyoroti minimnya pelibatan masyarakat dalam perencanaan sejumlah proyek besar di daerah.
Dirinya juga menyayangkan dokumen-dokumen penting seperti AMDAL dan rencana proyek perusahaan kerap kali tidak diakses secara terbuka oleh publik, bahkan oleh warga yang akan terdampak langsung.
“Rakyat tidak seharusnya hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri,” tambahnya.
Politisi Dapil Samarinda itu mendorong agar setiap kegiatan investasi yang menyangkut pemanfaatan lahan dan sumber daya alam dilakukan secara transparan sejak awal.
Menurutnya, partisipasi warga dalam proses perizinan dan implementasi proyek sangat penting untuk menjaga stabilitas sosial dan mencegah konflik horizontal.
Ia juga menegaskan perlunya penerapan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dalam setiap kebijakan pembangunan.
Tanpa pengawasan yang memadai, kata Ananda, investasi justru berisiko merusak lingkungan dan menciptakan ketegangan sosial.
“Indikator kesuksesan pembangunan bukan hanya jumlah modal yang masuk, tapi seberapa besar kontribusinya terhadap kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.
Ananda memastikan bahwa DPRD Kaltim akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas investasi di daerah.
Langkah itu, guna mencegah terjadinya penyimpangan dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat.
“Kaltim harus tumbuh dan berkembang, tapi bukan dengan mengorbankan alam dan identitas lokal. Investor harus tunduk pada aturan dan menghormati nilai-nilai kearifan lokal,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin