Program ini merupakan salah satu inisiatif unggulan Pemprov Kaltim di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Menurut Ananda, keberadaan marbot dan penjaga rumah ibadah memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan spiritual masyarakat.
Dia menilai bahwa program GratisPol adalah bentuk penghormatan negara terhadap dedikasi para pengabdi di balik layar tersebut.
“Mereka menjaga spiritualitas masyarakat secara konsisten tanpa banyak sorotan. Memberikan kesempatan ibadah gratis adalah bentuk apresiasi yang layak,” kata Ananda, Kamis (22/45/2025).
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa implementasi program ini harus berjalan secara adil dan terbuka.
Politisi PDI-P itu menekankan pentingnya sistem seleksi yang jelas agar program tidak menimbulkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat. “Pemerintah perlu memastikan proses seleksi transparan, dengan kriteria penerima yang terukur dan bisa dipertanggungjawabkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ananda menyarankan agar organisasi atau lembaga keagamaan turut dilibatkan dalam proses verifikasi data penerima manfaat.
Dengan demikian, penerima bantuan benar-benar sesuai dengan sasaran, yakni mereka yang telah lama mengabdikan diri sebagai penjaga rumah ibadah.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal pelaksanaan program ini demi menjaga integritas serta tujuan utamanya, yakni memberikan kesempatan ibadah bagi mereka yang selama ini belum tersentuh program serupa.
“Jika dijalankan dengan baik, program ini tidak hanya bernilai spiritual, tapi juga memperkuat keadilan sosial di masyarakat,” pungkas Ananda. (adv)