Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, mendesak Dinas PUPR Pera Kaltim untuk segera bertindak dan menyiapkan langkah-langkah antisipatif agar dampaknya tidak semakin meluas.
Menurut Reza, kejadian ini bukan hanya berdampak lokal, tapi juga berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas di jalur provinsi yang menghubungkan Samboja, Muara Jawa, hingga Sanga-Sanga.
Posisi km 28 yang menjadi jalan nasional membuat Reza meminta PUPR Pera untuk segera berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN). “Situasi ini harus segera direspons. Kami sudah minta Dinas PUPR, khususnya bidang Bina Marga, untuk berkoordinasi dengan BBPJN. Masyarakat sangat terganggu, dan kita harus segera siapkan alternatif jalan,” ujar Reza, Kamis (22/5/2025).
Ia juga memperingatkan kemungkinan terjadinya lonjakan kendaraan di jalur alternatif menuju Samarinda. Tanpa penanganan cepat, lonjakan tersebut dikhawatirkan menimbulkan kemacetan dan mempercepat kerusakan infrastruktur jalan provinsi.
“Kalau tidak diantisipasi, jalan-jalan di Samboja sampai Sanga-Sanga bisa mengalami tekanan berlebih. Ini bisa mempercepat kerusakan,” katanya.
Lebih lanjut, Reza juga meminta Dinas Perhubungan Kaltim turut mengambil peran. Politisi Partai Gerindra menyoroti pentingnya pengawasan terhadap kendaraan bertonase besar, terutama truk-truk ODOL (Over Dimension Over Loading) yang kerap merusak jalan.
“ODOL itu masalah klasik tapi belum selesai. Jalan dibangun mahal-mahal tapi cepat rusak karena beban berlebih. Kami harap Dishub lebih aktif dalam pengawasan,” tegasnya.
Dirinya mengingatkan bahwa banyak ruas jalan provinsi saat ini masih dalam tahap perbaikan dan pemeliharaan. Tanpa kontrol ketat terhadap kendaraan berat, seluruh upaya perbaikan bisa sia-sia.
“Kita tidak ingin jalan yang baru diperbaiki rusak lagi hanya karena pengawasan yang lemah. Harus ada tindakan nyata,” pungkasnya. (adv)