Ketua Pansus, Agus Suwandi, menyebut beberapa proyek telah berjalan baik dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Namun, tidak sedikit pula pekerjaan yang dinilai belum maksimal, meskipun menyerap anggaran besar.
“Kami puas dengan progres pembangunan di Kantor Samsat UPTD Samarinda dan SMAN 5. Ini menunjukkan ketika perencanaan tepat, hasilnya bisa optimal,” ujar Agus Suwandi, Sabtu (26/4/2025)
Proyek strategis seperti rehabilitasi Hotel Atlet di Stadion Kadrie Oening senilai Rp111,2 miliar dan pembangunan lanjutan Gedung Pandurata RSUD AW Sjahranie senilai Rp136,5 miliar juga menjadi perhatian utama pansus. Sebagian besar dinilai berjalan sesuai target, namun tetap perlu pengawasan lanjutan.
Sebaliknya, Pansus memberikan catatan tegas terhadap proyek rehabilitasi Lapangan Tenis Vorvo Samarinda yang dinilai tidak sesuai dengan nilai anggarannya.
“Sayang, anggaran besar tapi hasilnya belum memuaskan. Ini catatan penting. Jangan sampai proyek fisik jadi simbol belaka tanpa fungsi yang jelas,” tegasnya.
Agus menekankan pentingnya mengarahkan pembangunan ke sektor yang memiliki dampak jangka panjang, seperti pendidikan, ketimbang membangun fasilitas yang tidak memiliki kejelasan manfaat.
Ia juga menambahkan bahwa beberapa pekerjaan masih memerlukan klarifikasi karena terdapat ketidaksesuaian antara laporan tertulis dan kondisi aktual di lapangan.
“Kegiatan uji petik ini bukan sekadar seremonial, tapi bagian dari tugas pengawasan kami untuk memastikan akuntabilitas anggaran daerah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (adv)