Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menilai kondisi jalan yang dilalui kendaraan angkutan berat cukup mengkhawatirkan. Ia menekankan pentingnya aspek keselamatan harus dijadikan prioritas utama.
“Kami melihat langsung kondisi di lapangan, dan aktivitas hauling ini memang berpotensi membahayakan pengguna jalan umum. Kendaraan berat dengan tonase tinggi tidak seharusnya menggunakan jalan nasional tanpa pengaturan yang tepat,” tegas Reza di lokasi peninjauan.
Adanya lintasan alat berat masuk ke jalan umum sebagai crossing itu membuat DPRD Kaltim memberikan usulan supaya pihak perusahaan dapat menyediakan alternatif jalan seperti jembatan atau hal yang serupa.
Komisi III DPRD Kaltim juga menilai bahwa koordinasi lintas sektor perlu diperkuat agar aktivitas industri tidak mengorbankan kepentingan masyarakat dan infrastruktur publik.
“Kami akan membawa temuan ini ke pembahasan lebih lanjut bersama pihak perusahaan dan pemerintah, supaya bisa dicari solusi yang adil dan aman bagi semua,” tutup Reza.
Peninjauan ini menjadi langkah awal DPRD dalam memastikan bahwa pertambangan di Kaltim tetap berjalan dengan memperhatikan keselamatan publik dan keberlanjutan infrastruktur daerah. (Adv)
Editor: Aspian Nur