Ketua Panitia Khusus Renja DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, menjelaskan bahwa angka estimasi tersebut merupakan hasil perhitungan bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim.
“Angka ini lahir dari analisis data yang objektif, dan sudah dikomunikasikan dengan baik. Bahkan Pak Gubernur menyambut positif rencana ini,” ujarnya, Jumat (11/4/2025).
Meski begitu, Sarkowi menegaskan estimasi tersebut belum final. Ia menyebut fleksibilitas dalam perencanaan menjadi kunci agar program-program kerja tetap bisa berjalan tanpa memberatkan keuangan daerah.
“Kita menyiapkan dokumen dan anggarannya, tapi pelaksanaannya akan disesuaikan dengan situasi. Pemerintah punya mekanisme anggaran perubahan untuk itu,” jelasnya.
Ia mencontohkan, pada 2025 lalu sejumlah agenda seperti kunjungan kerja ke luar negeri dibatalkan demi efisiensi anggaran.
Sarkowi berharap Renja 2026 dapat mengakomodasi berbagai kebutuhan pembangunan daerah, sekaligus menjaga kehati-hatian dalam penggunaan anggaran. (Adv)
Editor: Erwin