Kendati demikian ia tak serta merta menuduh langsung pihak-pihak tertentu, praduga tak bersalah tetap dikedepankan pihaknya dalam menganalisa suatu permasalahan, sehingga pada Rabu (9/4/2025) mendatang, DPRD Kaltim akan segera memanggil instansi terkait untuk mengidentifikasi hal tersebut.
“Nanti kita adakan RDP, sudah kami siapkan semuanya,” ungkapnya, Sabtu (5/4/2025).
Masih adanya beberapa kendaraan yang bermasalah setelah kepolisian menyatakan tidak menemukan BBM oplosan hasil sampel beberapa SPBU, Sabaruddin menyatakan hal itu masih prematur, sebab nyatanya masih ada beberapa kendaraan yang mengalami sinjal atau brebet.
“Ya kenapa saya nyatakan kalau itu prematur, karena faktanya masih ada kendaraan yang bermasalah setelah pernyataan itu,” sebutnya.
Ia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk jangan menyalahkan pihak tertentu, dalam RDP mendatang, ia meyakinkan kepada masyarakat untuk segera mendalami persoalan tersebut hingga menemukan duduk perkaranya.
Disinggung mengenai rencana membuka peluang bagi kompetitor Pertamina penyedia BBM di SPBU, Sabaruddin mengungkapkan tidak menutup kemungkinan adanya kejadian ini pihaknya dapat memberikan intervensi kepada pemerintah pusat untuk membuka peluang tersebut.
“Artinya kalau sudah ada kompetitor ini saling mengedepankan kualitas, karena kalau ada kejadian seperti ini kasian masyarakat harus mengisi ke mana lagi yang bisa dipercaya,” tegasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur