Menanggapi keluhan ini, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, meminta Pertamina segera turun tangan untuk menyelidiki dugaan adanya penyimpangan dalam distribusi BBM di daerah tersebut.
“Keluhan ini bukan hal sepele. Jika benar ada masalah pada kualitas Pertalite yang beredar, maka masyarakat dirugikan. Kami meminta Pertamina segera melakukan inspeksi menyeluruh terhadap SPBU, termasuk pengambilan sampel BBM untuk diuji di laboratorium,” ujarnya Senin (31/3/2025).
Ia menekankan, jika ditemukan adanya praktik pengoplosan BBM atau penurunan kualitas di luar standar yang ditetapkan, maka pihak yang terlibat harus mendapat sanksi tegas.
DPRD Kaltim berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini dengan berkoordinasi bersama instansi terkait guna memastikan masyarakat memperoleh BBM yang sesuai standar.
Selain itu, Reza mengimbau masyarakat yang merasakan dampak negatif dari dugaan ini agar segera melapor, sehingga kasus tersebut dapat diproses secara hukum.
“Jangan sampai masyarakat menjadi korban terus-menerus tanpa ada solusi. Kami akan mengawal persoalan ini hingga ada tindakan nyata dari Pertamina,” tegasnya.
Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari Pertamina mengenai dugaan penurunan kualitas Pertalite. Namun, harapan masyarakat tetap tinggi agar pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret demi memastikan BBM yang beredar memenuhi standar dan tidak merugikan konsumen. (adv)
Editor: Erwin