Ia menyatakan dukungannya terhadap berbagai program Baznas yang dinilai efektif menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di sektor sosial dan kesehatan.
Baznas pun dinilai mampu menjadi mitra penting bagi pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan sosial yang masih membayangi Kalimantan Timur, termasuk kemiskinan dan stunting.
Melalui penyaluran dana, Baznas juga menjalankan berbagai program kemanusiaan, seperti pembangunan rumah layak huni, bantuan bagi keluarga prasejahtera, operasi bibir sumbing, beasiswa pendidikan dan santunan bagi guru ngaji serta pengurus Masjid.
“Sinergi antara DPRD, pemerintah, dan Baznas perlu terus diperkuat agar program-program yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat bisa berjalan maksimal,” ungkap Muziburrachman.
Terkait usulan Baznas untuk mengelola zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kaltim, Muziburrachman menyerahkan keputusan ini kepada Gubernur Kalimantan Timur.
Pengumpulan zakat dari ASN bisa menjadi salah satu solusi dalam memperbesar dukungan untuk program sosial Baznas di daerah.
Muziburrachman juga tekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung program-program pemberdayaan.
“Pengentasan kemiskinan adalah tanggung jawab bersama. Dengan dukungan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor, upaya ini bisa lebih efektif,” tambahnya.
Ia berharap kolaborasi antara DPRD, pemerintah, Baznas, dan masyarakat dapat menciptakan dampak yang signifikan untuk mengurangi masalah sosial di Kalimantan Timur. (Adv)
Editor: Erwin