Kunjungan tersebut dalam rangka berkonsultasi dan menyerap masukan dalam menyusun tata tertib DPRD.
Tampak hadir anggota pokja tatib yaitu Muhammad Samsun, Sigit Wibowo, Subandi, H Baba, Selamat Ari Wibowo, Fadly Imawan, Guntur, Damayanti, Yusuf Mustafa, Muhammad Husni Fahruddin, Shemmy Permata Sari, Hartono Basuki, Didik Agung Eko Wahono, Baharuddin Muin, Sabaruddin Panrecalle, dan Nurhadi Saputra.
Ananda Emira Moeis mengatakan, tujuan Pokja Tatib berkunjung ke Kemendagri adalah untuk mencari masukan terhadap penyempurnaan Tatib DPRD.
Selain itu, karena rancangan awal RKPD harus segera dibahas pada Desember maka bayak pekerjaan yang harus segera dikerjakan.
“Karena ranwal RKPD harus segera kita bahas di bulan Desember, jadi kerja kerja DPRD sangat amat padat sekali,” ujar Ananda ketika mengawali pertemuan.
Sementara, Sarkowi V Zahry menerangkan bahwa selama proses pembentukan pokja, telah dilakukan kajian sekaligus kunjungan komparasi ke beberapa daerah.
“Memang ada beberapa yang kita coba, kita pelajari kemudian kita terapkan dan diatur dalam tata tertib DPRD Provinsi Kalimantan Timur,” jelasnya.
Usai melakukan pertemuan di Ditjen Otonomi Daerah, Pokja Tatib kemudian melanjutkan pertemuan di Ditjen Bina Keuangan Daerah.
Rombongan diterima langsung oleh Rikie selaku Kasubdit pada Ditjen Bina Keuangan Daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Pokja Tatib menggali dan menambah masukan-masukan yang kaitannya dalam hal perjadin. (hms8)