KEK MBTK sejauh ini belum dapat menampakan kinerjanya secara signifikan, hal itu diakibatkan beberapa kendala seperti kurangnya segi infrastruktur hingga kurangnya investor yang ingin masuk. Melihat hal itu tentu ia menyayangkan karena hadirnya KEK MBTK belum memberikan dampak positif bagi keuangan daerah, ia meminta agar pihak MBTK dapat menyampaikan dengan terbuka apa saja yang menjadi kebutuhan untuk dapat menarik minat investor.
"Kalau kita bicara investor, ya memang ribet dan susah, karena seharusnya masih ada beberapa hal yang perlu dilengkapi," ucap Udin, Jumat (9/2/2024).
Dirinya meminta agar beberapa hal yang menjadi kekurangan KEK MBTK untuj dapat dikomunkasikan, sebab menurutnya dari upaya menutupi kekurangan itu dapat memungkinkan mengundang investor baru sehingga hasilnya menjadi pendapatan daerah. "Sampaikan datanya secara terang benderang, nanti kalau pak Pj. Gubernur kalau menghadap ke presiden atau kementerian terkait tidak malu. Permasalahannya ada di diri kita, dan kita belum pernah memikirkannya," ujarnya lagi.
Komisi III DPRD Kaltim selalu membuka diri untuk dapat mendiskusikan hal tersebut, terkhusus yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur. "Kami di Komisi III selalu terbuka. Kami akan mendukung pembangunan khususnya yang ada di Maloy ini," tutup Udin. (adv)