Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji. Diungkapkannya, setelah mengetahui terjadi kelangkaan LPG 3 kilogram mereka langsung melakukan koordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga untuk mengidentifikasi apa penyebab di balik kelangkaan tersebut.
"Kami sudah berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga mengenai kelangkaan yang terjadi, sehingga kami minta agar dapat disiasati," ucap Seno, Senin (22/1/2024).
Seno mengungkapkan mereka akan berupaya memanggil PT Pertamina Patra Niaga dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna menuntaskan persoalan yang tengah terjadi dan hingga mengakibatkan antrean di beberapa pangkalan LPG.
"Meskipun kami sudah berkoordinasi kami juga akan mengupayakan memanggil para pihak terkait dalam RDP," ucapnya.
Penyebab terjadinya kelangkaan LPG bersubsidi 3 kilogram dikarenakan pendistribusian yang tak tepat sasaran, maka tak heran PT Pertamina Patra Niaga menurunkan kebijakan supaya penjualan Gas LPG 3 kilogram terpusat di pangkalan-pangkalan resmi. "Alasanya sering terjadi penyalahgunaan LPG bersubsidi kepada masyrakat mampu yang seharusnya diperuntukkan kepada masyarakat kurang mampu," sebut Seno lagi.
Sejak Januari PT Pertamina Patra Niaga sudah memberlakukan pembelian gas LPG 3 kilogram wajib menyertakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan pembelian gas tersebut kini hanya terpusat pada pangkalan resmi. Karena itu Seno berpesan kepada masyarakat agar tak panic buying (pembelian panik) karena stok tabung gas 3 kilogram dipastikan tersedia. (adv)