Sebagai informasi, sejumlah kegiatan yang melewati target dari perencanaan yaitu diantaranya jalan penghubung di eks Bandara Temindung, pembangunan Gedung Pandurata di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Syahranie, dan pembangunan di RSUD Kanujoso Djatiwibowo.
Dhony sapaannya tak menampik ada beberapa proyek Pemprov Kaltim yang semula ditarget rampung pada 2023 namun hingga pergantian tahun sejumlah proyek tersebut tak kunjung rampung sehingga diberikan kebijakan penambahan waktu pekerjaan selama 50 hari.
Ia menekankan supaya adanya waktu penambahan itu dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pekerja.
"Memang benar ada beberapa yang melewati target dari perencanaan, kami sudah menekankan supaya bisa dituntaskan," ucap Dhony, Jumat (19/1/2024).
Namun tak serta-merta adanya keterlambatan itu menurutnya karena unsur kesengajaan, Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengungkapkan alasan mendasar dari hasil koordinasi dengan OPD terkait mengenai hal itu yakni faktor cuaca yang belakangan ini kerap tak menentu.
"Kita juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pihak kontraktor karena keterlambatan, karena kita menyadari faktor cuaca jadi kendala mereka," sebutnya.
Kendati demikian ia memberikan usul kepada para kontraktor untuk dapat mensiasati pekerjaannya, seperti apabila dalam pekerjaan mengalami hujan dan tak memungkinkan untuk dilanjutkan, maka pengerjaan dapat dikebut pasca hujan mengguyur. (Adv)
Editor: Maruly Z