Reza mengatakan, sejauh ini banyak santri asal Kaltim yang tengah menempuh pendidikan di negara luar seperti Kairo dan Yaman. Permintaan tersebut juga datang dari para alumni saat beberapa waktu lalu pihaknya menerima pertemuan saat pembahasan bersama Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Pondok Pesantren. "Saat ini kan beasiswa formal saja, di luar daripada itu belum pernah dapat, tapi pada saat rapat ada beberapa alumni dari Al Azhar Kairo dan Hadra Maud Yaman," ucap Reza, Rabu (27/9/2023).
Selain itu, dukungan yang diharapkan juga berupa asrama untuk para mahasiswa atau santri yang sendang berada di sana. Permohonan itu juga berkaca dengan beberapa provinsi di luar Kaltim yang telah mengayomi para anak yang menempuh pendidikan diberikan wadah tempat tinggal. "Adanya rumah mahasiswa atau asrama bagi santri atau ustadz ustadzah yang dikirim belajar di sana, beda dengan Kalsel dan Jawa sudah ada, sementara Kaltim belum," ujarnya.
Bahkan ia menyebutkan bukan jumlah yang sedikit santri yang sedang menempuh pendidikan di luar sana, tetapi ada sekitar 150 orang yang sangat mengharapkan perhatian dari Pemprov Kaltim. "Semoga bisa ditindaklanjuti Pemprov Kaltim ke depan, saya berharap Pj Gubernur ataupun Gubernur terpilih dijadikan program," tegasnya.
Sementara itu salah seorang alumni kampus luar negeri, Ahmad Zaini menyebutkan, permohonan tersebut baru bersifat usulan yang mana ia juga himpun dari para santri yang sedang menempuh pendidikannya. "Kita minta dibikinkan beasiswa khusus dengan kuota tertentu, misalnya ada 20 orang ke Mesir per tahun," jelasnya.
Begitupun dengan sarana fasilitas yang termasuk salah satu harapannya, yang mana tempat tinggal adalah salah satu kebutuhan dasar bagi mereka guna menunjang peningkatan mutu pendidikan bagi para pelajar. "karena terkait beasiswa selama ini, diantara yang juga dibutuhkan itu biaya hidup terkait tempat, setidaknya mereka bisa berkumpul pada satu titik," tutupnya. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin