Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Muhammad Samsun mengatakan, secara umum pandangan yang disampaikan bersifat menuntut untuk memperjelas perjalanan anggaran daerah.
Khusus untuk APBD Perubahan ia menjelaskan mengalami peningkatan, dari yang awalnya APBD 2023 sebesar Rp17,6 triliun, pada APBD Perubahan 2023 mengalami penambahan sebesar Rp25,32. Adanya penambahan itu Samsun mengharapkan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dapat memaksimalkan anggaran yang ada.
Seperti salah satunya yang paling disoroti yaitu tentang penambahan modal untuk Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bankaltimtara sebesar Rp3,7 triliun. Baginya, penambahan modal dengan angka tersebut perlu menjadi kewaspadaan bersama, baik dari Pemprov Kaltim, DPRD Kaltim hingga seluruh pihak yang terkait."Ini perlu menjadi kewaspadaan kita bersama, karena angka tersebut bukan merupakan angka yang kecil," ucap Samsun, Senin (11/9/2023).
Penambahan modal yang ada diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dari Badan Usaha Milik Daerah tersebut, dan dari dampak peningkatan produktivitas nantinya akan berimplikasi terhadap peningkatan pendapatan daerah dari sektor perbankan. "Harapan kami dengan adanya penambahan penyertaan modal kita dapat membantu perekonomian kita," jelasnya.
Selain itu, peningkatan infrastruktur juga turut mendapatkan komentar dari kalangan anggota dewan agar dapat lebih ditingkatkan hingga realisasi anggaran juga mampu terserap dengan maksimal. (adv)
Editor: Maruly Zainuddin