Hal itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur Sutomo Jabir terkait belakangan ini DPRD Kaltim bersama Pemprov Kaltim maraton membahas tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan 2023 dan murni 2024.
Jabir menjelaskan kondisi akses jalan di Kaltim dapat dikatakan masih sangat membutuhkan perhatian dari Pemprov Kaltim, sehingga dengan adanya kemampuan APBD Kaltim ia mengharapkan dapat dialokasikan untuk peningkatan infrastruktur.
Terlebih ia mengungkapkan mengenai jalan yang aksesnya sulit terjangkau, ia mendorong agar Pemprov Kaltim dapat lebih memprioritaskan akses jalan tersebut. Hal ini juga mendukung penekanan desa tertinggal yang ada di Kaltim.
"Jangan kita hanya membangun daerah-daerah yang mudah diakses ketimbang daerah pinggiran, maka dari itu kami lebih memprioritaskan ke arah sana," ucap Jabir, Minggu (13/8/2023).
Ia mengakui meskipun program pembangunan yang berada di daerah pinggiran dapat merogoh kocek yang lumayan besar namun setidaknya tujuan manfaat untuk masyarakat sekitar sangat memberikan dampak baik.
"Walaupun biayanya besar, tapi setidaknya bisa memberikan manfaat baik, serta mewujudkan pemerataan pembangunan," tuturnya.
Satu contoh akses jalan dan jembatan yang jadi sorotannya yaitu Kaltim bagian utara seperti arah menuju Kota Bontang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Kabupaten Berau.
"Di sana ada akses jalan maupun jembatan yang menghubungkan ini juga program yang mesti dikejar supaya untuk manfaatnya bagi masyarakat," tutupnya. (adv)