Ia mengakui saat ini terdapat rencana dari Organisasi Perangkat Daerag (OPD) terkait untuk membangun sebanyak 2 ribu sambungan listrik, namun baginya hal itu masih dapat dikatakan kurang maksimal serta tak menutupi sejumlah desa tertinggal yang ada di Kaltim.
"Saat ini, ada rencana dari dinas SDM untuk membangun 2.000 sambungan listrik langsung pada tahun 2024, namun itu dirasa kurang," ujar Ekti, Minggu (6/8/2023).
Ia mengharapkan dari jumlah yang ditargetkan itu dapat semakin ditingkatkan oleh Pemprov Kaltim dengan mengukur kemampuan anggaran yang ada, sehingga setidaknya dapat menutupi sebagian besar desa tertinggal.
"Tentunya program instalasi listrik ini dapat memberikan hasil yang optimal dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di desa-desa terpencil Kaltim," tegasnya.
Ia mengakui kebutuhan listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi seluruh masyarakat yang melekat pada kehidupan sehari-hari, sehingga baginya hal itu juga seharusnya dapat menjadi perhatian bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.
Di samping itu ia juga mengapresiasi program Pemprov Kaltim terkait pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sebab menurutnya program itu sangat cocok untuk desa-desa tertinggal.
"Karena tidak dipungkiri ada beberapa daerah yang sulit diakses oleh PT PLN (Perusahaan Listrik Negara)" tutupnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur