Hal itu ia utarakan saat menerima keluhan dari beberapa guru yang menganggap ujian sertifikasi guru sangat sulit.
Puji mengungkapkan, perkembangan teknologi tak dapat dibendung, artinya banyak beberapa aktifitas yang sebelumnya menggunakan sistem manual telah beralih menjadi teknologi, termasuk salah satunya mengenai ujian sertifikasi guru.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, jika sebelumnya ujian sertifikasi guru menggunakan tulis tangan dan kini beralih menjadi sistem online, hal tersebut yang kemudian menjadi keluhan guru karena harus beradaptasi dengan sistem terbaru.
"Di daerah ujian seperti itu banyak sekali mengalami kendala, apalagi guru-guru yang sudah lama mengajar, sebelumnya ujian hanya tertulis kemudian berubah menjadi sistem online," ucap Puji, Senin (31/7/2023).
Tidak ada solusi lain, selain para tenaga pendidik mencoba untuk beradaptasi dengan sistem baru tersebut, disamping itu kemajuan teknologi juga menawarkan berbagai kemudahan, sehingga Puji berharap agar tenaga guru dapat melek teknologi.
"Supaya ke depan tidak ada lagi kendala yang mereka hadapi ya satu-satunya jalan harus melek teknologi," ujarnya.
Atas adanya kendala tersebut, mengakibatkan jumlah tenaga pendidik di Kaltim masih sangat minim yang telah tersertifikasi, padahal Puji mengungkapkan biaya untuk sertifikasi guru juga turut disubsidi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, sehingga dapat diartikan dukungan tersebut sebetulnya telah dilaksanakan oleh unsur pemerintahan. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin