Jabir menegaskan, sesuai dengan program yang ada, sebanyak 25 ribu proyeksi rumah yang akan menerima program bedah rumah tersebut, sementara yang berhasil direalisasikan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim hingga saat ini sebanyak 4 ribu unit rumah.
"Harusnya bisa lebih banyak jelang akhir jabatan gubernur dan wakil gubernur Kaltim ini," ucap Jabir, Selasa (18/7/2023).
Ia juga mengkritisi kualitas produksi bedah rumah yang dilaksanakan Pemprov Kaltim yang dianggapnya kurang memuaskan, sebab fakta yang ditemukan di lapangan, dari 4 ribu rumah realisasi program tersebut hanya sebatas renovasi, artinya bagian-bagian dari rumah yang dinilai perlu mendapatkan penanganan, maka hanya bagian tersebut yang diperbaiki.
"Artinya kan ini hanya sebatas renovasi, harusnya bisa lebih dari itu jika kita lihat kemampuan anggaran kita," ujarnya.
Ia juga menjelaskan mengenai program tersebut sebenarnya juga turut mendapatkan andil baik dari sumber pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN), APBD provinsi, APBD kabupaten dan kota hingga Corporate Social Responsibility (CSR).
Jika dibandingkan dengan beberapa pengerjaan dari sumber anggaran di luar APBD provinsi, ia menilai lebih bagus pengerjaannya. "Maka dari itu saya beranggapan seharusnya kita bisa lebih bagus dari itu pengerjaannya," ungkapnya.
Oleh karena itu ia mengharapkan jelang masa berakhirnya kepemimpinan Isran Noor dan Hadi Mulyadi selaku pimpinan daerah di Kaltim pada Oktober mendatang, agar program tersebut dapat lebih maksimal baik dari segi kuantitas maupun kualitas. (adv)
Editor: Maruly Zainuddin