Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menggambarkan, jika setiap tahunnya masa kepemimpinan Gubernur Kaltim dapat mencetak seribu hektare, maka dalam satu periode akan tercipta lima ribu hektare lahan pertanian yang siap menopang ketersediaan pangan masyarakat Kaltim.
“Kalau kepala daerah kemudian memprogramkan 1.000 hektare setiap tahun, dalam waktu masa jabatan, yang jumlahnya ada 5 tahun, artinya akan ada 5 ribu hektare kawasan pertanian produktif, dan itu keren,” ucap Samsun, Kamis (6/7/2023).
Ia juga mengungkapkan, adanya program serupa alangkah lebih baiknya tidak hanya terpusat pada satu kawasan saja, sebab untuk diketahui beberapa kabupaten dan kota di Kaltim memiliki kondisi geografis yang sangat mendukung program ketahanan pangan.
Selain itu, mempertahankan lahan yang ada sesuai dengan peruntukannya juga merupakan salah satu tugas yang cukup berat. “DPRD dan gubernur sudah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan Lahan Pertanian. Itu harus kita jaga supaya tidak tergerus dengan aktifitas sektor lain, baik pertambangan dan sebagainya,” jelasnya.
Sebagai informasi, gerakan tanam seribu hektar itu telah dilaksanakan pada Senin (3/7/2023) lalu, selain gerakan tanam Pemprov Kaltim juga menyerahkan secara simbolis alat mesin pertanian untuk mendukung segala aktivitas pertanian masyarakat. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin