Hal itu disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Ya’qub kepada Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Alimuddin Senin (26/6/2023) lalu di Kantor DPRD Kaltim.
Rusman menyebutkan Badan Otorita perlu memikirkan beberapa faktor penunjang pada daerah sekitarnya, hal ini juga sesuai dengan harapan Gubernur Kaltim Isran Noor.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menegaskan kesenjangan yang dimaksud tepatnya mengenai kesenjangan lingkungan.
Rusman taj ingin setelah IKN resmi beroperasi terlihat mewah namun wajah lingkungan di luar wilayah IKN justru berbanding terbalik dengan megahnya daerah IKN.
“Kita tidak ingin nanti setelah beroperasi IKN dengan begitu asrinya setelah keluar dari wilayah itu justru morat-marit,” ucap Rusman, Kamis (29/6/2023).
Begitu pula tentang kawasan irisan perbatasan, menurutnya hingga saat ini daerah perbatasan sangat minim mendapatkan perhatian terlebih mengenai sarana infrastruktur, ia mengharapkan agar Badan Otorita dapat menyikapi sejumlah kawasan perbatasan sehingga tidak terjadi kekhawatiran yang serupa.
“Saya rasa ini perlu kita sikapi bersama berkaitan masalah lingkungan ini,” tegas Rusman.
Ia mencontohkan kesenjangan yang kerap terjadi selama ini di Kaltim seperti sejumlah kemewahan di daerah lokasi perusahaan ternama namun jarang memperhatikan lingkungan sekitarnya. Tentu bagi dia hal ini tak ingin kembali terjadi ketika adanya IKN di Kaltim mendatang.
“Seperti beberapa perusahaan besar yang ada di Kaltim, wilayah perusahaannya sangat megah, tapi begitu keluar masih ada rumah yang tidak dialiri oleh jaringan listrik,” ujar Rusman. (Adv)
Editor: Aspian Nur