Mereka pun melakukan peninjauan ke lokasi tersebut Senin (5/6/2023) lalu dan Ketua Komisi III DPRD Kaltim Veridiana Wang mengatakan banyak temuan yang berhasil pihaknya himpun sebagai bahan yang perlu dievaluasi saat agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) mendatang.
Veri menyebutkan satu diantara temuan yaitu kondisi jalan yang semakin parah karena hujan terus menerus dan dirinya mengkhawatirkan dampak paling parah seperti terputusnya jalanan.
"Karena dibawah jalan yang rusak itu ada kubangan air, artinya kondisi tanah labil, ini harusnya ditutup total menghindari hal yang tak diinginkan," ungkap Veri Selasa (6/6/2023).
Temuan lainnya mengenai posisi jalan yang dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Kaltim sebab ia melihat sarana dan prasarana pendukung justru berada di jalan yang saat ini menjadi jalur alternatif karena dampak kerusakan. "Kami melihat kok justru tiang listriknya ada di jalan sebelahnya, maka dari itu kami sempat bingung yang mana jalan yang aslinya," ungkap Veri.
Veri juga menyayangkan saat pihaknya turun ke lokasi tersebut para pekerja yang beraktivitas di seputaran danau pasca tambang tepat di sebelah jalan tidak ada, hanya beberapa orang saja dan tak dapat membeberkan informasi yang dibutuhkan.
Tanggal 12 Juni pekan depan mereka akan segera melakukan RDP dengan mengundang sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait guna memastikan beberapa informasi hasil peninjauan tersebut.
Sebelumnya diwartakan kerusakan jalan itu diindikasi akibat aktivitas pertambangan ilegal hingga kegiatan jalan hauling, sebab tepat berada di samping jalan terdapat danau lubang pasca tambang yang diduga hendak dikeringkan untuk aktivitas pertambangan kembali. (adv)