Hal ini disampaikan anggota DPRD Kaltim dari daerah pemilihan Bontang, Kutai Timur dan Berau, Muhammad Udin.
Diakuinya penanganan abrasi di pulau wisata itu perlu mendapatkan perhatian karena kalau dibiarkan terus-menerus maka kekhawatiran yang akan muncul kepulauan tersebut akan hilang termakan ombak yang kian perlahan menerpa.
"Memang sangat penting penanganan ini, karena apabila tidak dilakukan prediksi saya 20 tahun yang akan datang pula itu bisa hilang," ucap Udin, Kamis (1/6/2023).
Pemkab Berau diharapkan dapat melakukan koordinasi dengan Pemprov Kaltim untuk menentukan bagaimana cara penanganan yang baik untuk mempertahankan pulau tersebut, karena menurutnya terdapat banyak pola yang bisa menjadi solusi untuk mempertahankan pulau tersebut dari abrasi yang kian mengancam. "Kan ada banyak cara, seperti penurapan atau diberikan penahan penahan ombak," sebut Udin lagi.
Sebelum itu politisi Partai Golongan Karya ini berpesan kepada Pemkab Berau sebelum melakukan koordinasi dengan Pemprov Kaltim sekiranya dapat membangun komunikasi terlebih dahulu dengan penduduk setempat, supaya kepentingan masyarakat lokal juga dapat sesuai dengan apa yang diharapkan.
"Karena kan rata-rata penduduk sekitar profesinya juga nelayan, nah ini kan perlu dihimpun dulu aspirasinya mau bagaimana, karena kalau penurapan setidaknya mereka harus berlabuh agak jauh," sebut Udin.
Pihaknya sesuai dengan fungsi dan tugas legislatif siap untuk mendukung program yang diusulkan untuk penanganan abrasi. (Adv)
Editor: Aspian Nur