Syarif Amin Muhammad menyatakan rasa bangga atas terpilihnya Kaltim sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN). “Banmus datang kesini yang pertama, terus terang kita sangat bangga karena Kalimantan Timur akan dijadikan Ibu Kota Nusantara. Maka setelah acara ini kita mau ke Titik Nol yang rencana pembangunan IKN,” kata Syarif Amin.
Menurutnya, komunikasi antara Kalbar dengan Kaltim boleh dibilang sangat jarang. Oleh sebab itu, lanjutnya, kehadiran kali ini untuk berdiskusi selain rasa bangga terhadap Kaltim yang menjadi IKN, juga terhadap pembangaunan Kaltim lebih baik dari Kalbar. “Itu menjadi acuan kami untuk bagaimana Kalbar minimal mengikuti daripada pembangunan di Kaltim ini,” ujarnya.
Ia menerangkan bahwa banyak yang jadi pembahasan seperti pembangunan IKN hingga jalan tol karena Kalbar sampai saat ini Kalbar belum memiliki jalan tol. Untuk pelabuhan baru sekali dibangun dan untuk operasionalnya tahun ini sudah ada namun belum maksimal.
Ia mengharapkan dan berangan-angan agar Kalimantan kedepan bisa mempunyai jalur kereta api dan jalan tol yang menghubungkan antara Kaltim dengan Kalbar.
“Kami bermimpi bahwa Kalimantan ini mempunyai jalan kereta api, jalan tol dari Kalimantan Timur sampai Kalimantan Barat. Itu mimpi kami warga Kalimantan ini seperti itu. Mudah-mudahan ini didengar dan ini menjadi PR kita bersama untuk membangun Kalimantan ini lebih baik dari sebelumnya,” harapnya.
Dilain pihak, Muhammad Samsun menyatakan rasa terima kasih atas kunjungan sekaligus saling bertukar informasi antara DPRD Kalbar dengan DPRD Kaltim. “Ini menjadi masukan juga buat kita, saling bertukar informasi tentang tugas dan fungsi alat kelengkapan dewan, khususnya Badan Musyawarah,” sebut Samsun.
Ia berharap dari hasil pertemuan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan baru kepada Banmus agar lebih baik lagi dalam menyusun dan menjadwalkan kegiatan yang akan dilakukan oleh DPRD. “Kita berharap, dari hasil studi banding ini bisa memberikan manfaat yang baik dan menambah wawasan dan pengetahuan kepada Banmus,” ujar Politisi PDI Perjuangan ini. (Adv)
Editor: Rusdianto