Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas'ud menyebut pertemuan itu bertujuan mempererat hubungan sinergitas antar Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Kaltim merupakan kalo pertama pasca pergantian kepala Kejati Kaltim yang telah melalui proses pelantikan pada 7 Februari lalu di Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Usai pertemuan disinggung mengenai penertiban tambang ilegal di Kaltim apakah menjadi salah satu poin yang turut dibicarakan.
Hamas, sapaan akrab Hasanuddin Mas'ud menegaskan hal itu akan jadi topik pembahasan dalam momen pertemuan yang akan datang.
"Makanya kami bangun sinergitas sebagai langkah awal dalam upaya untuk mengentaskan tambang ilegal di Kaltim," kata Hamas.
Pria kelahiran Balikpapan itu menyebutkan fokus pertemuan lebih kepada memperkuat sinergitas antar lembaga termasuk melakukan koordinasi kerja sama yang telah terbangun sebelumnya dapat lebih diperkuat dalam pelaksanaannya ke depan.
"Bagaimana Kaltim ke depan supaya kondusif, apalagi sekarang masuk ke dalam Tahapan-tahapan menjelang tahun politik, ini jadi salah satu pembahasan kami," tuturnya.
Sementara, Kepala Kejati Kaltim Hari Setiyono mengungkapkan kehadiran mereka lebih kepada perkenalan diri sebagai upaya penyesuaian di wilayah kerja yang baru.
"Tentu memperkenalkan diri dengan unsur pimpinan DPRD Provinsi Kaltim untuk membangun sinergitas antara Kejati Kaltim dengan unsur DPRD Provinsi Kaltim," kata Hari.
Kejati berkomitmen segala program yang telah terbangun sebelumnya akan menjadi konsentrasi Kejati Kaltim pada periode kepemimpinan yang baru ini, ia siap menyesuaikan diri dengan kebijakan yang ada. "Sebagai langkah awal kami membangun sinergitas kami," tegas Hari. (Adv)
Editor: Aspian Nur