Agus menjelaskan tepatnya di Kilometer 8 Jalan Poros Bontang-Samarinda tepatnya Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan terdapat jembatan yang sebelumnya sempat mengalami banjir dahsyat ketika hujan turn dengan intensitas yang lebat.
Menurutnya hal itu terjadi lantaran kawasan tersebut seharusnya menjadi daerah tangkap air, namun kenyataannya terlihan bangunan telah berdiri di sekitarnya. "Beberapa waktu lalu, memang pernah mengalami banjir yang cukup besar, temuan kami karena wilayah itu harusnya sebagai daerah tangkap air," ujar Agus Aras, Minggu (26/2/2023).
Ia mengakui hingga saat ini penanganan terhadap jalan dan jembatan sudah memasuki tahap perencanaan tinggal menunggu realisasi kegiatan, hal itu sesuai dengan koordinasinya dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). "Informasi yang kami terima kegiatannya akan berjalan pada 2023 mendatang dengan menggunakan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional) mudahan cepat terealisasi," ujarnya.
Sementara itu untuk pengendalian banjir di kawasan tersebut Agus yang merupakan legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Bontang, Kutai Timur (Kutim) dan Berau itu membeberkan Pemprov Kaltim telah merencanakan pembangunan sistem Bendali pada seputaran kawasan tersebut sebab pihaknya tak dapat membendung peralihan kawasan yang terjadi karena perkembangan zaman.
"Solusinya dengan pembangunan sistem pengendalian banjir, sementara ini masih dalam proses pembebasan lahan," tutupnya. (Adv)
Editor: Rusdianto