Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Veridiana Huraq Wang membeberkan kebutuhan anggaran terhadap peningkatan jalan memerlukan dana sebesar Rp 5 triliun.
Menurut dia, bukan angka yang kecil dan mampu dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim apalagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubat atau Mahulu, tentu terhadap peningkatan jalan itu juga diharapkan kontribusi besar dari Pemerintah Pusat. "Jadi memang ini memerlukan ibaratnya keroyokan, apalagi status jalan ini non status," ujarnya Kamis (2/2/2023).
Melihat nilai kebutuhan anggaran yang begitu besar, Veri mengajak baik itu dari Pemkab Mahulu dan Pemprov Kaltim untuk bersama-sama mengajukan permohonan bantuan anggaran kepada Pemerintah Pusat agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat dikucurkan kembali menangani jalan tersebut, disisi lain Pemprov Kaltim melalui APBD-nya juga didorong untuk dapat membantu penanganan peningkatan jalan.
"Kita turut bersyukur juga setelah video viral yang dibuat oleh pak Wabup Mahulu, mereka diterima terus oleh kementerian terkait, infonya pada 2023 ini ada lagi kegiatan untuk peningkatan jalan," ungkapnya.
Meskipun penangananya akan dikerjakan bersama antar unsur pemerintahan, Veri mengungkapkan pengerjaan peningkatan jalan bakal dilakukan secara parsial atau bertahap.
Beberapa titik dengan kondisi terparah juga disampaikan oleh politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu diantaranya jalan mulai dari Kecamatan Ujoh Bilang menuju Kecamatan Long Pahangai Mahulu merupakan titik yang kondisinya paling parah. (Adv)
Editor: Rusdianto