Hamas, sapaan akrab Hasanuddin Mas’ud membeberkan, anggaran yang dialokasikan untuk sektor pendidikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim sekitar Rp3,4 Triliun dan iu bukan angka yang kecil untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Benua Etam.
Hanya saja tujuan itu tidak akan terwujud ketika anggaran infrastruktur pendidikan lebih kecil daripada biaya operasional. "APBD Kaltim Rp17,2 Triliun, dialokasikan anggaran untuk sektor pendidikan sebesar Rp3,4 Triliun, dari besaran itu paling hanya dapat Rp900 miliar untuk infrastruktur, jadi memang agak kecil,” jelas Hamas.
“Diharapkan kedepan mudahan terbalik, penganggaran operasional itu kecil tapi penganggaran pembangunan infrastruktur pendidikan juga besar," imbuhnya kepada Korankaltim.com Rabu (25/1/2023).
Harapan itu muncul setelah Hamas mendengar hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) bertajuk 'Diskusi Arah Kebijakan Pengelolaan dan Anggaran Pendidikan' dengan mahasiswa S3 Program Studi Manajemen Pendidikan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman (Prodi FKIP Unmul) Selasa (24/1/2023) kemarin.
Melalui momen itu Hamas turut mengapresiasi tujuan pembahasan itu yang ingin mengetahui pengelolaan pendidikan di Kaltim.
Bahkan ia mendorong kepada para mahasiswa yang sempat bertemu dengannya untuk dapat membuat produk disertasi dengan merujuk kepada pengelolaan anggaran pendidikan di Kaltim. "Saya rasa pertemuan itu cukup baik, karena mampu berikan masukkan untuk pendidikan supaya lebih maju," ucap Hamas. (Adv)
Editor: Aspian Nur