Menurutnya, kegiatan revitalisasi itu merupakan suatu program dari pemerintah untuk menghidupkan kembali serta menggiatkan tempat agar bisa kembali aktif dalam kegiatan kesenian tradisional atau aktivitas kesenian budaya lainnya secara terpusat.
"Ini upaya untuk kembali mendongkrak peningkatan nilai-nilai budaya lokal di Kaltim," ucapnya, Senin (3/10/2022).
Ia menjelaskan, anggaran DAK sebesar Rp6 miliar terbagi lagi untuk beberapa tempat yang tersebardi Kaltim, tentunya dari sebaran anggaran yang tersedia besaran yang ada tergolong sangat kecil untuk kebutuhan revitalisasi.
"Sebetulnya cukup untuk peremajaan saja kalau tidak salah seperti di Museum Kukar itu Rp2 miliar, ini menurut saya masih sangat kecil,” sebutnya.
Selain itu, khusus untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim agar ke depannya dapat mempersiapkan master plan tentang kebudayaan Kaltim, sebab baginya budaya juga tak kalah penting dari berbagai sektor lainnya yang harus dijaga oleh generasi penerus.
Untuk diketahui, Direktorat Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menganggarkan DAK sebesar Rp6 miliar, setelah sebelumnya disampaikan Sekretaris Jenderal Direktorat Kebudayaan Kemendikbud Ristek RI Fitra Arda saat kegiatan temu karya taman budaya belum lama ini.
Melalui revitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan vitalitas kawasan terbangun khususnya museum dan tempat berbasis kebudayaan melalui intervensi perkotaan yang mampu menciptakan pertumbuhan dan stabilitas ekonomi lokal, terintegrasi dengan sistem kota, layak huni, berkeadilan sosial, berwawasan budaya dan lingkungan. (Adv)
Penulis: Claudius Vico
Editor: Maruly Zainuddin