Politisi asal Partai Gerindra itu mengungkapkan, rumah sakit plat merah tersebut masih memiliki hutang dengan Unit Donor Darah (UDD) di Palang Merah Indonesia (PMI) sebesar Rp899 juta dari yang awalnya Rp4 miliar.
"Ada juga hutang dengan pihak lain sebesar Rp140 miliar sudah terbayarkan sebagian, sisa Rp80 miliar. Kita harapkan untuk selanjutnya tidak ada lagi hutang baik mengenai obat maupun hal lainnya," ungkap Reza, Selasa (23/8/2022).
Selain itu, mengenai progres kegiatan fisik pembangunan di RSUD AW Syahrani tepatnya gedung Pandurata yang akan dikerjakan menggunakan APBD yang saat ini masih belum terlaksana lantaran proses lelang yang lambat. "Mengenai itu kabarnya kami terima sudah lelang, tapi belum berjalan kegiatannya, itu yang juga kami tanyakan," jelasnya.
Ditambahkan oleh Anggota Komisi IV, H Baba dimana rencananya kegiatan pembangunan gedung Pandurata 100 persen dialokasikan Rp158 miliar dengan spesifikasi 8 lantai bertingkat. Namun sayangnya, melihat masa pengerjaan yang tak memungkinkan, maka sempat dilakukan evaluasi sehingga alokasi anggaran serta perencanaannya dikurangi menjadi Rp90 miliar dengan spesifikasi 6 lantai.
"Dievaluasi itu, dikerjakan saja dulu 6 lantai, kemudian nantinya akan dilanjutkan hingga pada perencanaan 100 persen," bebernya.
Melihat sisa waktu yang ada ia pesimistis jika pembangunan gedung tetap dipaksakan untuk dikerjakan tahun ini karena berpotensi menjadi proyek mangkrak. Menurutnya, ideal pengerjaan dilakukan pada tahun anggaran 2023 mendatang. (Adv)
Penulis: Claudius Vico
Editor: Maruly Zainuddin