Budaya warga Indonesia sejatinya identik dengan gotong royong, legawa, saling erat silaturahmi serta komunikasi, bukan justru saling dendam, bermusuhan, hingga membuat adu laporan di kepolisian karena hal tersebut yang menghilangkan rasa persatuan para anak bangsa.
Karena itu ketika terdapat polemik, idealnya dipahami dulu permasalahannya sebelum membuat laporan kemudian, melakukan pengecekan dan konfirmasi langsung kepada yang bersangkutan.
"Jadi krocek atau konfirmasi dulu. Bertabayun dulu. Jika memang dianggap merugikan ya barulah buat laporan, karena itu memang hak seluruh warga negara," tegas Udin kepada Korankaltim.com Senin (28/2/2022) hari ini.
Akan menjadi salah ketika terdapat orang membuat laporan tanpa memahami permasalahan apalagi jika laporan tersebut tanpa landasan yang jelas karena kadang kala banyak orang belum tahu permasalahan secara detail tetapi langsung mengambil kesimpulan secara sendiri.
"Harusnya kalau merunut budaya kita itu bersilaturahmi dan komunikasi dulu, tabayun. Mestinya maksimalkan komunikasi karena tidak ada masalah yang tidak selesai dengan komunikasi," ujar Udin lagi.
Karenanya Politikus Partai Golkar ini berpesan kepada siapapun ketika melihat, mendengar argumen yang berkaitan dengan potensi yang bisa memecah belah bangsa agar dapat tabayun terlebih dahulu. Namun, ketika pembahasan mentok barulah melakukan langkah-langkah lainnya.
"Jadi harapannya kita bisa mengembalikan budaya-budaya Bangsa Indonesia yang perlahan luntur ini," harap Udin. (adv)
Penulis : Faishal Ays
Editor: Aspian Nur