“Seperti PMI di Kutai Kartanegara cukup memprihatinkan, hingga kini PMI Kukar belum memiliki gedung sendiri. Jika belajar dari PMI Kota Balikpapan, tentu bukan perjuangan mudah untuk bisa membangun sedemikian tersistem hingga dapat melayani kebutuhan darah di Balikpapan bahkan daerah lain,” kata Ely.
Ely mengungkapkan Komisi IV DPRD Kaltim telah berkunjung ke PMI Kota Balikpapan guna menjaring sejumlah masukan dan informasi. Balikpapan menjadi salah satu rujukan karena pelayanan dan peralatannya cukup baik.
"Besarnya peran PMI terutama di masa pandemi, tentu kami berharap dan mendorong agar PMI yang ada di Kalimantan Timur , khususnya selain Balikpapan dan Samarinda bisa tumbuh melayani mayarakat dengan optimal," sebutnya.
Ely berandai, jika PMI di sejumlah daerah di Kaltim aktif maka bisa saling bertukar keperluan stok darah. Hanya yang perlu menjadi pemahaman masyarakat bahwa darah yang didonorkan tidak serta merta bisa langsung disalurkan, namun memerlukan proses panjang yang cukup rumit terutama kebutuhan darah untuk terapi plasma konvalesen bagi pasien covid-19. (adv/*3)
Editor : Bambang Irawan