Anggota Komisi IV DPRD Kaltim H Jawad Sirajuddin menyebut sejatinya pada tingkatan SD dan SMP cukup resisten ketika melakukan PTM. Dalam artian, dalam hal kontrol akan sulit pengawasannya. Sementara, berbeda ketika pada tingkatan SMA, yang dianggap telah cukup dewasa dan tidak terlalu sulit untuk memberikan edukasinya.
"Kalau tingkatan kabupaten kota bisa, harusnya tingkatan Provinsi dalam hal ini untuk SMA sederajat juga bisa. Nah ini kenapa kok gak bisa, ada apa ini," tegas Jawad, Senin (11/10/2021).
Menurutnya, seluruh pelajar di tiap tingkatan pastinya sedang merasakan kejenuhan yang mendalam, dari pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang selama ada pandemi ini diterapkan. Karena itu ia berharap agar PTM tingkatan SMA sederajat dapat dilaksanakan juga.
"Kalau SD tidak dimungkinkan tatap muka ya wajar, karena masih ketergantungan orang tuanya. Sedangkan untuk tingkatan SMA ini kan mereka sudah cukup dewasa, mandiri, gak bergantung orang tua untuk diikuti di sekolah, harusnya bisa diterapkan juga dong. Kalau begini menandakan bentuk ketidakmampuan dari Pemprov," tandasnya.
Jawad menuturkan, apabila memang persyaratannya tidak harus 100 persen untuk seluruh siswa dapat hadir di waktu bersamaan, maka dapat dibuat metode pembagian, yakni cukup 50 persen saja yang dilakukan secara bergantian. "Misal dalam per hari itu kapasitasnya hanya setengah dari jumlah murid saja, dengan durasi belajar yang dibatasi," ucap Jawad. (adv/*1)
Editor : Bambang Irawan