Sebab, pendidikan merupakan fase memperbaiki kehidupan dan masa depan. Sehingga jika kehilangan pendidikan, maka dapat pula kehilangan peningkatan kehidupannya. "Karena masa depan anak - anak itu tidak bisa dibiarkan begitu saja," kata politisi dari daerah pemilihan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ini, Selasa (10/8/2021).
Sarkowi menyampaikan, kepala daerah di Kaltim perlu memiliki kepekaan soal menyangkut hal ini dan mempunyai good will dalam mewujudkannya. Dengan demikian, berikutnya tinggal pendataan serta pembaharuan data para anak yatim yang ada di wilayahnya.
"Secara teknis Gubernur, Bupati atau Wali Kota pun dapat berkoordinasi menyampaikan usulan yang sama kepada pemerintah pusat," kata dia sembari mencontohkan adanya warga Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kukar yang meninggal akibat Covid-19 dan meninggalkan tiga anak.
Apalagi seiring peringatan hari kemerdekaan RI tahun ini, dikatakan Sarkowi merupakan momentum penting dan sangat tepat menunjukkan semangat bahwa negara dengan struktur pemerintahan dan aparatnya hadir di tengah-tengah persoalan rakyatnya, termasuk yang memerlukan keberlanjutan pendidikan. "Anggaran negara atau daerah itu dari rakyat, selayaknya kembali dan dimanfaatkan untuk rakyat," tegas pimpinan Fraksi Golkar DPRD Kaltim ini. (adv/*1)
Editor : Bambang Irawan